Friday, July 6, 2018

Analisa Logis (Masa Depan ACEH)Dalam OTT Gebenur Aceh Dan Bupati Bener Meriah

 
          
   BANDA ACEH - LSM antikorupsi mengapresiasi keberhasilan KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 10 orang di lokasi berbeda di Aceh--termasuk gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, Selasa (3/7/2018).
"OTT tersebut merupakan yang pertama dilakukan oleh KPK di Aceh. Selama ini, keberadaan perwakilan KPK di Aceh hanya sebatas monitoring saja. Ini patut kita apresiasi," demikian pernyataan yang diterima  dari Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), dan Forum Antikorupsi dan Transparansi Anggaran (FAKTA).
               Kepala Divisi Advokasi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung menilai KPK serius memberantas korupsi di Aceh, mengingat proses pencegahan sudah dilakukan sejak lama, namun belum ada tindakan apapun.
"Langkah OTT yang dilakukan KPK bisa menjadi lampu merah bagi pejabat negara di Aceh. Ini juga menjadi pelajaran berharga bagi stakeholder lainnya," kata Hayatuddin.
               Dalam penangakapan Gebenur Aceh dan Bupati Bener Meriah Meninggalkan berberapa Analisa yang logis. Berikut 16 analisa Logis yang bisa kita lihat :

1. Penangkapan dilakukan dilokasi berbeda

A. Lokasi pendopo
B. Lokasi Warung kopi

2. Uang yang dimaksud dititipkan seseorang yang berinisial F, dan F itu hilang ntah kemana tanpa tindak lanjut.

3. Tim KPK Tiba di banda Aceh Senin Sore, 2 hari sebelum kejadian.

4. Uang 500 juta itu nominal yang gak masuk akal.

5. Rapat Koordinasi KPK sehari setelah kejadian bersama Jokowi.

6. Indikasi IY menolak RKUHP 

7. Pergub Dana belanja Daerah itu didukung oleh Cahyo kumolo untuk melemahkan Dewan Legislatif dalam politik tahun depan.

8. PNA dan PA bersaing Kursi, Hari ini mereka akan dilemahkan dengan Partai Nasional.

9. Wagub berkonsentrasi kepada kepentingan Nasional

10. Partai lokal akan mengalami kekalahan dalam pemilihan legislatif tahun depan.

11. Aset yang baru berjalan adalah Metco Minyak di Aceh Timur, setelah arun yang akan ditutup.

12. Semua proses pembangunan di aceh saat ini di skor karena pemeriksaan KPK.

13. Pembangunan yang telat mengakibatkan gagalnya terserap Anggaran Belanja. Jika di bawah 90%, otomatis tahun depan akan ada pemangkasan anggaran, alasannya karena tidak mampu mengelola APBA dan Otsus.

14. Melemahkah ekonomi Aceh, untuk bisa memasuki Investor Pusat ke Aceh. Minyak, tambang, dan lainnya akan berjalan tanpa Qanun aceh. Pembagian hasil bumi 60:40 tidak berlaku.

15. Nasionalis ideologi yang di ketua megawati berjalan untuk Aceh dan syariatnya.

16. 4 tahun adalah waktu yang cukup untuk menasionalkan masyarakat aceh seperti daerah Metro,

Editor : Kuli Pena
Aceh 

No comments: